Sistem hidrolik merupakan salah satu komponen paling penting dalam penggunaan alat berat. Akan tetapi, dalam prakteknya, masih sering dijumpai berbagai kesalahan perawatan sistem hidrolik yang bisa menyebabkan masalah.

Sama seperti komponen lain, sistem hidrolik juga dapat mengalami kerusakan. Hal ini bisa disebababkan oleh faktor usia, namun seringkali kerusakan justru muncul akibat kesalahan dalam perawatan atau kelalaian operator. Padahal, jika dilakukan dengan benar, perawatan sistem hidrolik tidak hanya memperpanjang umur komponen, tapi juga meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi risiko downtime.

Jadi, apa saja kesalahan perawatan sistem hidrolik yang perlu diwaspadai? Berikut penjelasan lengkapnya.

 

Mengapa Kesehatan Sistem Hidrolik Penting?

Sistem hidrolik pada alat berat memegang peranan penting sebagai sumber tenaga utama untuk berbagai gerakan penting seperti mengangkat, mendorong, atau memindahkan beban muatan dengan efektif. Gangguan kecil saja pada sistem hidrolik bisa mengganggu performa alat berat secara drastis.

Perawatan sistem hidrolik yang tepat akan membantu menjaga efisiensi operasional serta memperpanjang umur pakai komponen. Risiko downtime juga lebih kecil, sehingga produktivitas tetap stabil dan proyek tidak akan mengalami keterlambatan.

Selain itu, kesehatan sistem hidrolik juga penting untuk memastikan keselamatan di lokasi. Masalah seperti kebocoran fluida, tekanan berlebih, atau kegagalan komponen bisa menjadi penyebab kecelakaan serius yang tidak hanya membahayakan nyawa, namun juga merugikan secara finansial.

 

Kesalahan Umum Perawatan Sistem Hidrolik

Untuk menghindari kerusakan hidrolik, hindari kesalahan-kesalahan umum berikut:

Terlalu Sering atau Terlalu Jarang Mengganti Oli Hidrolik

Penggantian oli hidrolik memang sangat penting, namun perlu dilakukan dengan tepat. Jika dilakukan di saat yang tidak tepat, hal ini justru akan menyebabkan pembengkakan biaya perawatan dan meningkatkan risiko kontaminasi.

Secara umum, penggantian oli hidrolik hanya perlu dilakukan dalam dua kondisi:

  • Ketika oli dasar mengalami penurunan mutu
  • Ketika kandungan aditifnya sudah tidak efektif lagi

Banyak faktor yang bisa menyebabkan kedua kondisi di atas terjadi, sehingga tidak ada angka pasti terkait seberapa sering oli harus diganti. Sebaiknya sesuaikan dengan intensitas pemakaian alat berat dan juga didasarkan pada hasil analisis oli saat perawatan rutin.

Jika dirawat dengan baik, oli hidrolik bisa bertahan sangat lama tanpa perlu penggantian. Mengganti oli yang masih dalam kondisi baik hanya akan menyebabkan pemborosan. Sebaliknya, mengoperasikan alat dengan oli yang sudah tidak layak pakai bisa mempercepat kerusakan komponen-komponen lain dalam sistem hidrolik.

 

Jarang Mengganti Filter

Dalam sistem hidrolik, filter berperan untuk menyaring segala bentuk kotoran dan zat kontaminan seperti debu atau air agar tidak masuk dan mengotori fluida dalam sistem. Filter harus sering diganti saat sudah kotor agar proses penyaringan tetap efektif.

Keterlambatan dalam mengganti filter bisa menyebabkan penyumbatan, Ketika ini terjadi, maka partikel kontaminan bisa langsung masuk tanpa penghalang dan dapat menimbulkan efek buruk seperti keausan dan kerusakan dalam jangka panjang.

 

Membiarkan Sistem Hidrolik Overheat

Banyak operator tetap menjalankan alat berat dalam kondisi overheat (panas berlebih). Padahal, hal ini bisa menyebabkan berbagai masalah pada komponen vital seperti sistem hidrolik.

Alat berat bisa disebut overheat ketika suhu mencapai titik di mana viskositas oli turun di bawah batas minimum yang dibutuhkan untuk pelumasan efektif. Tingkat overheat tiap alat berbeda-beda tergantung pada karakteristik oli dan jenis komponen hidrolik yang digunakan.

 

Salah Memilih Fluida Hidrolik

Di dunia alat berat, ada beberapa jenis fluida hidrolik yang bisa digunakan, antara lain:

  • Fluida berbasis petroleum
  • Fluida berbasis air
  • Fluida tahan api
  • Fluida sistentis

Setiap alat berat membutuhkan jenis fluida hidrolik tertentu berdasarkan spesifikasi teknis seperti viskositas, kisaran, formulasi fluida, dan lain-lain. Kesalahan saat memilih bisa menyebabkan kerusakan komponen hidrolik, degradasi segel, foaming, bahakan kegagalan sistem sepenuhnya.

Untuk itu, penting untuk mempertimbangkan dengan matang sebelum memilih fluida hidrolik. Sebaiknya gunakan buku manual pabrikan sebagai rujukan atau konsultasikan dengan tenaga ahli.

Baca juga: Cara Memilih Fluida Hidrolik Alat Berat

 

Tidak Melakukan Pelatihan Teknis untuk Operator

Operator alat berat tidak hanya bertugas untuk mengoperasikan alat, namun juga bertanggung jawab dalam perawatan alat.

Kesalahan dalam penanganan dapat memicu berbagai permasalahan dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Inilah mengapa, operator wajib mendapat pelatihan bersertifikat sebagai bukti bahwa mereka memiliki kompetensi yang memadai dan sesuai dengan standar yang berlaku.

Selain membekali operator tentang dasar-dasar cara pengoperasian alat berat, pelatihan juga membahas topik-topik yang tidak kalah penting seperti inspeksi harian dan prosedur tanggap darurat untuk keselamatan.

 

Mengabaikan Tanda-Tanda Kerusakan

Kesalahan lain yang sangat umum terjadi adalah mengabaikan tanda-tanda kerusakan. Masalah seperti suara mendengung, respons lambat, atau pergerakan alat yang tersendar sering dianggap sepele. Realitanya, gejala-gejala ini merupakan indikasi awal dari masalah sistem hidrolik dan bisa berubah menjadi kerusakan yang jauh lebih serius jika tidak segera ditangani.

Oleh karena itu, penting bagi operator untuk peka terhadap kondisi alat berat, khsususnya sistem hidrolik. Apabila muncul gejala kerusakan, sangat disarankan untuk melakukan pencatatan dan melakukan pemeriksaan lebih jauh.

Baca juga: Waspada! 7 Kondisi ini Bisa Rusak Alat Berat

 

Menggunakan Spare Part Kurang Berkualitas

Banyak pemilik alat berat memilih spare part yang kurang berkualitas karena harganya murah. Keputusan ini mungkin terdengar menguntungkan secara finansial, namun sebenarnya penggunaan spare part yang tidak memenuhi standar produksi justru dapat menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar dalam jangka panjang.

Spare part berkualitas rendah biasanya dibuat dengan material yang tidak tahan lama, serta tidak memiliki tingkat presisi yang baik. Akibatnya, komponen-komponen ini cenderung lebih cepat aus, mudah bocor, dan lebih sering membutuhkan penggantian.

Baca juga: Kenapa Harus Pilih Spare Part Original? Ini Jawabannya

 

Anda sedang cari spare part berkualitas? Rahayu Spareparts siap membantu! Kami menyediakan segala kebutuhan spare part alat berat berkualitas dengan harga miring, mulai dari komponen sistem hidrolik, sistem kelistrikan, hingga komponen mesin.

Silakan cek katalog lengkap di halaman produk atau hubungi tim customer service Rahayu via WhatsApp untuk tanya-tanya lebih lanjut. Proyek Lancar, Bisnis Makin Cuan!

Tim kami siap membantu segala pertanyaan Anda.